Call Now Button

Pengalaman Saya Haji Langsung Berangkat

Perkenalkan nama saya H. Yasak Taufan. Dalam tulisan ini ingin berbagi kepada Anda tentang pengalaman saya berhaji furoda dengan visa haji dari kuota haji Kerajaan Arab Saudi.

Seperti diketahui masyarakat masih awam tentang haji furoda yang bisa langsung berangkat itu. Sehingga berbagai persepsi negatif berseliweran tentang haji furoda misalnya :

🔵 Banyak yang bilang haji langsung berangkat itu penipuan.
🔵 Haji furoda sama seperti haji backpacker tidak ada fasilitas akomodasi.
🔵 Ada yang bilang jamaah haji furoda sudah berangkat dipulangkan lagi karena tidak resmi.
🔵 Ada juga yang bilang haji furoda terlantar.
🔵 Banyak yang mengira haji furoda visanya bukan visa resmi haji.
🔵 Takut terkena razia karena visanya bukan visa haji.

Kenyataannya tahun 2019 lalu saya berangkat haji furoda bersama jamaah yang lain. Haji Furoda menjadi pilihan karena visanya resmi kuota Kerajaan Arab Saudi. Jadi merasa aman dan tenang selama menjalankan ibadah haji.

Saya sendiri sudah sering bolak-balik Jeddah namun tidak pernah ada penyambutan yang spesial. Saat kami datang kemarin itu berbeda. Begitu landing di Bandara King Abdul Aziz Jeddah disambut oleh beberapa anak kecil yang mengucapkan marhaban. Begitulah Kerajaan Arab Saudi menghormati calon tamu Allah terutama di saat musim haji tiba. Kami merasa disambut spesial.

Setelah proses imigrasi dan bagasi selesai kami menuju tenda besar untuk menuju ruang tunggu. Di ruang tunggu tersebut paspor dan visa diperiksa. Jika nama sudah terdaftar sebagai jamaah haji furoda selanjutnya kami diarahkan segera menuju ke bus. Bus tersebut yang akan mengantarkan menuju ke Pilgrims Center terletak kurang lebih 12 km dari Masjidil Haram.

Di Pilgrims Center ini kami melaporkan kedatangan. Sambil menunggu nama dipanggil, kami bisa menikmati coffe break yang disediakan oleh Flynas sebagai Event Organizer (EO) haji furoda. Setelah dipanggil kami mendapatkan id card maktab dan gelang haji berisi identitas nama dan nomor paspor. Kemudian paspor disimpan oleh petugas maktab yang ditunjuk. Saat itu kami menempati maktab nomor 93 sesuai dengan paket mashaeer (akomodasi) yang sudah dipilih saat di Indonesia.

Setelah proses di Pilgrims Center selesai, kami diantarkan ke hotel sesuai paket mashaer yang sudah dipilih. Dimana hotelnya dari Masjidil Haram jaraknya relatif dekat. Lobby hotel luas dan nyaman, wifinya banyak dan makan 3x sehari. Jadi kalau berhaji furoda itu dikatakan terlantar karena tidak ada akomodasi itu tidak pernah kami alami.

Kami tinggal di hotel Mekkah sampai tanggal 15 Dzulhijjah 1440 H bersama ribuan jamaah haji furoda dari berbagai negara. Setiap hari bisa melaksanakan ibadah sholat ke masjid dengan aman dan nyaman tanpa dibayang-bayangi rasa takut terkena razia. Disela kegiatan ibadah di masjid dan proses haji, ada agenda ziarah dan city tour di kota Mekkah.

Tanggal 8 Dzulhijjah, kami menunggu bus Flynas yang membawa kami untuk Wukuf di Arofah. Meskipun jumlah bus yang sediakan sangat banyak, namun masih harus menunggu karena jumlah jamaah juga sangat banyak. Pukul 18.00 waktu setempat kami sudah berada di tenda Arofah tepatnya di maktab 93.

Maktab 93 disediakan khusus untuk jamaah haji furoda tidak campur dengan jamaah haji reguler. Maktabnya terdiri dari puluhan tenda dengan fasilitas yang nyaman. Tendanya luas, ber AC, tempat tidurnya sofabed bisa modifikasi menjadi kursi duduk. Makannya 3x, air minum, buah-buahan, bahkan tersedia pula beberapa kran air panas. Fasilitasnya sangat lengkap jadi tidak benar kalau jamaah haji furoda di Arofah itu terlantar. Saya menyaksikan sendiri bahwa Flynas sebagai Event Organizer haji furoda setiap tahun semakin baik pelayanannya.

Pas waktu Dzuhur tanggal 9 Dzulhijjah kami melaksanakan Wukuf dengan khusyuk. Diawali dengan Sholat Dzuhur berjamaah di tenda dan diteruskan mengikuti Khotbah Wukuf di Arofah sampai selesai. Setelah khotbah kami terus melantunkan kalimat thayibah dan memohon doa berulang kali sampai tiba waktu magrib.

Setelah melaksanakan sholat magrib kami melakukan perpindahan tempat dari Arofah menuju ke Musdalifah dengan bus untuk melakukan mabit. Suasana Musdalifah masih sepi ketika kami datang sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Selesai sholat isya kami rebahan di karpet merah yang sudah tersedia. Sekitar pukul 01.00 dini hari tanggal 10 Dzulhijjah kami bangun tidur dan mendapati Musdalifah sudah penuh dengan lautan manusia. Semua jamaah haji berbaur menjadi satu di Musdalifah.

Tidak lama kemudian kami menuju ke Mina dengan bus ke maktab 93. Sampai di Maktab 93 kami bebas memilih tenda yang masih kosong untuk menaruh barang bawaan. Kemudian bersiap menuju jamarot untuk lempar Jumroh Aqobah.

Selesai lempar jumroh kami sepakat untuk menuju ke Masjidil Haram. Tanggal 10 Dzulhijjah pagi azdan subuh kami sudah berada di Masjidil Haram. Tidak membuang waktu, setelah sholat subuh kami melaksanakan Thawaf Ifadoh. Dipertengahan thawaf ada iqamah sholat Idul Adha, sehingga kami berhenti dan ikut melaksanakan sholat Idul Adha berjamaah di Masjidil Haram. Thawaf yang sempat terjeda karena sholat Idul Adha dilanjutkan kembali. Setelah Sai selesai selanjutnya kami melaksanakan Tahalul Sani. Yang sebelumnya sudah melakukan Tahalul Awal setelah lempar Jumroh Aqobah. Lalu kembali ke hotel untuk istirahat.

Tanggal 10 Dzulhijjah malam melakukan Mabit di Mina. Tanggal 11 Dzulhijjah dini hari kami menuju Jamarot untuk lempar Jumroh Ula, Wusto dan Aqobah. Kewajiban tanggal 11 Dzulhijjah sudah dilaksanakan. Malam harinya kami melakukan Mabit di Mina lagi dan setelah dini hari melakukan lempar Jumroh Ula, Wusto dan Aqobah.

Tanggal 12 Dzulhijjah pagi kami sudah kembali ke hotel. Rasa syukur yang teramat dalam ketika rukun dan wajib haji akhirnya telah kami tunaikan dengan baik dan lancar. Dan tanggal 15 Dzulhijjah kami bersiap menuju ke Madinah.

Begitulah pengalaman haji furoda saya tahun lalu berjalan dengan lancar. Apa yang menjadi persepsi negatif tentang haji furoda tidak saya alami.

Semoga pengalaman ini bisa menjadi tambahan pengetahuan yang bermanfaat. Jika masih ingin tahu lebih detail tentang perjalanan saya saat melaksanakan haji furoda silahkan menghubungi saya dengan klik http://bit.ly/YasakTaufan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
Open chat